Dari Penebang Kayu hingga Jenderal: Pelatihan Pemimpin Eksekutif untuk Strategi Adaptif di Lokakarya inFUSE 2

Diskusi kelompok dalam acara inFUSE Nusantara Executive Event bersama Ricardo G. Barcelona

JAKARTA, 26 November 2024

inFUSE Nusantara, sebuah jaringan perusahaan yang diprakarsai oleh Neyen Consulting, berhasil menyelesaikan Executive Workshop 2 yang bertemakan "The Adaptive Leader: Navigating Sustainability, Crisis, and Opportunity" pada hari Selasa, 25 November. Acara yang diselenggarakan dalam kemitraan dengan BKI (PT Biro Klasifikasi Indonesia) ini mempertemukan para eksekutif dan pemimpin industri untuk mendiskusikan kerangka kerja dalam pengambilan keputusan di tengah volatilitas dan ketidakpastian global.

Pembicara utama, Profesor Ricardo Barcelona (Fellow dari Energy Institute UK dan Ajun Profesor di AIM), mempresentasikan kerangka kerja transformatif tentang Kepemimpinan Adaptif. Beliau menekankan bahwa dalam dunia yang pada dasarnya tidak pasti, seorang pemimpin harus bertindak sebagai 'Sang Jenderal', bukan hanya 'Sang Penebang Kayu'.

"Seorang Penebang Kayu hanya berfokus pada pelaksanaan tugas yang dapat diulang dan efisiensi, dengan asumsi bahwa pasar akan selalu ada. Sementara itu, seorang Jenderal adalah seorang Pemimpin Adaptif yang mampu melihat medan perang, mengubah taktik, dan menyusun ulang strategi ketika situasi menuntutnya. Inilah perbedaan antara manajemen tradisional dan kepemimpinan adaptif," jelas Profesor Ricardo.

Tiga pertanyaan penting

Kerangka kerja ini juga menantang para eksekutif dengan tiga pertanyaan krusial untuk masa depan bisnis mereka:

  1. Apa yang akan Anda lakukan hari ini yang kemungkinan besar akan menjadi usang besok?
  2. Berapa banyak pendapatan perusahaan Anda dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan yang akan dihasilkan dari aktivitas yang bahkan belum kita bayangkan saat ini?
  3. Siapa yang akan mengganggu bisnis Anda?

Sesi diskusi juga menyoroti tantangan-tantangan ekonomi makro dan sektor energi nasional. Luky A. Yusgiantoro (Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), memberikan wawasan yang mendalam mengenai fokus Indonesia dalam hal kemandirian energi. Beliau menekankan bahwa dua disrupsi terbesar - Transisi Energi dan Digitalisasi - harus diakomodasi untuk mencapai pertumbuhan 8% pada tahun 2028-2029.

"Salah satu topik utama yang kami dorong adalah CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage). Ini adalah cara kami menggabungkan tujuan swasembada energi dengan agenda global untuk mengurangi emisi CO2," kata Luky.

Sementara itu, Miguel Rescalvo (Managing Partner, Neyen Consulting) membuka acara dengan menyoroti tiga siklus historis perubahan dan bagaimana pergeseran seperti berakhirnya perdagangan bebas dan revolusi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut cara baru dalam memimpin.

Acara yang berkelanjutan

Acara ini juga menggarisbawahi komitmen yang kuat terhadap praktik-praktik keberlanjutan dan integritas diskusi:

  • Acara Netral Karbon dan Dukungan Proyek Lokal: R. Agus Doddy Dwisagita (Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Dukungan Bisnis BKI) menyatakan bahwa BKI bangga menjadi green business enabler. Sebagai komitmen nyata, emisi yang dihasilkan dari transportasi, katering, dan energi tempat acara diukur dan akan diimbangi melalui pembelian kredit karbon terverifikasi dari proyek-proyek keberlanjutan yang berlokasi di Indonesia, yang menegaskan dukungan terhadap inisiatif iklim nasional.
  • Aturan Chatham House: Lokakarya ini diselenggarakan di bawah Peraturan Chatham House, untuk memastikan suasana yang akrab, terbuka, dan aman bagi para pemimpin industri untuk bertukar ide dan tantangan tanpa risiko atribusi.

Untuk memperdalam penerapan kerangka kerja strategis yang dibahas selama lokakarya, serangkaian Konsultasi Strategis 1:1 gratis diadakan secara eksklusif untuk perusahaan-perusahaan terpilih pada hari Rabu, 26 November. Sesi khusus ini diadakan di kantor BKI (PT Biro Klasifikasi Indonesia), yang memungkinkan para eksekutif untuk secara langsung berinteraksi dengan Profesor Ricardo Barcelona dan para ahli dari Neyen Consulting untuk menerjemahkan model-model Kepemimpinan Adaptif ke dalam strategi organisasi yang spesifik, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan dan mitigasi risiko.

Neyen Consulting dan para mitranya berkomitmen untuk terus menyediakan platform bagi para pemimpin perusahaan besar untuk menyusun strategi adaptif yang tidak hanya berkelanjutan secara finansial, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Tentang inFUSE

inFUSE adalah jaringan keberlanjutan regional yang didirikan oleh Neyen untuk meningkatkan kolaborasi lintas batas di seluruh Asia. Dengan memanfaatkan penelitian, pengembangan kapasitas, dan kemitraan global, inFUSE memberdayakan perusahaan dan pemerintah untuk mempercepat transisi mereka menuju ekonomi rendah karbon dan memperkuat kepemimpinan mereka dalam aksi keberlanjutan global.

Tentang Neyen

Neyen adalah perusahaan konsultan keberlanjutan yang berdedikasi untuk memberikan solusi strategis yang memungkinkan organisasi bertransisi menuju model bisnis rendah karbon. Menggabungkan keahlian teknis dengan implementasi praktis, Neyen bermitra dengan perusahaan, pemerintah, dan institusi untuk memajukan hasil keberlanjutan yang terukur dan penciptaan nilai jangka panjang.

Tekan kontak:

Selsa Evani

Spesialis Solusi Keberlanjutan, inFUSE Indonesia

+62 896-2258-0177